DESA BATANJUNG
Sudah lama aku tidak menulis, mencurahkan rasa hati, lewat tulisan aku bisa berbagi, hanya dengan ini semua apa yang aku rasakan dapat ku tumpahkan, semoga saja hal ini dapat berguna bagiku amiiiin.
disini aku ingin berbagi cerita,
in ceritaku.............
dulu aku dibesarkan disebuah desa yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, tempat tinggalku sangat jauh dari keramaian metropolitan/kota besar, dan kalau ingin ke kota saja harus menempuh jarak yang lumayan jauh, disebuah pinggiran pantai kecil di laut kalimantan, sungai kahayan kalimantan tenagh aku diam dan disitulah aku dibesarkan, dengan berbagai keterbatasan yang ada aku dan orang tua serta sanak saudara pertahan hidup, orang tuaku sehari-hari bekerja mencari ikan di laut, dulu sebelum bekerja sebagai pelaut, bapaku mencari ikan di danau tidak jauh dari tempat tinggal kami, ibuku seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari juga biasanya kalau musim tanam padi tiba menanam padi di sawah, inilah kesehariaan pekerjaan yang dilakukan orang tuaku, alhamdulillah cukup untuk biaya makan sehari-hari, dengan keterbatasan yang ada kami tidak pernah mengeluh, karena itu semua adalah anugerah dari yag kuasa.
sebelum aku melanjutkan sekolah di kampung orang, aku harus menamatkan sekolah di kampungku dulu, sekolah yang terbilang sangat sederhana, di kampung dulu dan alhamdulillah sampai sekarang ada dua sekolah, kalau di pagi hari aku masuk di sekolah dasar dan kalau sudah berakhir pelajaran aku masuk lagi di siang hari mengikuti pelajaran yang diajarkan di sekolah ibtidaiyyah, jadi aku punya dua ijazah, pertama ijazah SD dan yang ke dua ijazah Ibtidaiyyah.
setelah menamatkan sekolah di kampung aku punya keinginan untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi lagi, tapi aku bingung karena di kampungku tidak ada sekolah lanjutan tingkat pertama, otomatis kalau mau melanjutkan aku harus keluar daerah, sementara untuk melanjutkan sekolah keluar daerah memakan/memerlukan biaya yang tidak sedikit, karena berbagai macam keperluan yang dibutuhkan, sementara penghasilan orang tuaku melaut dan bercocok tanam hanya cukup untuk biaya sehari-hari, jadi aku harus mikir dan bermusyarawah dulu dengan ke dua orang tuaku, aku takut kalau nantinya aku melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi orang tua sangat terbebani, dan terpaksa mereka harus banting tulang untuk mencarikan biaya untukku, dan baiya sehari-hari untuk keperluan dirumah terpaksa harus diirit, inilah yang membuatku berpikir.
akhirnya maksud dan tujuan yang terpatri di kalbu aku utarakan dengan mereka, alhamdulillah mereka setuju saja dengan syarat aku tidak menuntut banyak kalau nanti sudah sekolah keluar daerah, dengan segala keterbatasan aku pun melanjutkan sekolah ke laur daerah.
segala keperluan dan bekal secukupnya aku persiapkan. seadanya saja, karena aku bukanlah dari kalangan keluarga yang serba kecukupan/ mampu, seadanya saja aku membawa keperluan yang aku butuhkan.
dengan ditemani seorang famili yang telah duluan bersekolah di diluar daerah aku pun meluncur mendaftarkan diri di sebuah sekolah yang terletak di liang anggang kec. Landasan ulin. kotamadya Banjarbaru. Kalimantan Selatan. setelah melakukan atau mengisi formulir yang telah disiapkan akupun berhak mengikuti tes sebagai persyaratan masuk ke sekolah tersebut. alhamdulillah dengan izin dari Yang Maha Kuasa aku pun lulus dan diterima sebagai salah seorang murid di sekolah tersebut. banyak hal yang terjadi dan banyak sekali pelajaran yang dapat aku petik ketika mengikuti pelajaran dan kegiatan yang diadakan sekolah tersebut, karena disitu tidak hanya diajarkan mata pelajaran eksak, banyak pelajaran lain yang tidak di dapat di sekolah formal, hal inilah yang membuatku bangga bersekolah di sekolah tersebut, disana diajarkan bagaimana kita harus bertenggang rasa dengan sesama, kita harus berbagi dengan teman-teman yang sama-sama di tinggal dan meninggalkan sanak saudara di kampung, merekalah keluarga baruku yang senasib sepenanggungan di kampung orang. sedih, senang ditanggung dan dirasakan bersama,
di sekolah tersebut diajarkan bagaimana kita bergaul dengan sesama, diajarkan etika yang menunjung tinggi adat ketimuran, yang tua harus mengasihi yang muda sebaiknya yang muda harus selalu hormat kepada yang tua, begitulah adat ketimuran yang di junjung tinggi di sekolahku.
disana juga diajarkan agar para murid siap menjadi seorang pemimpin masa depan yang dapat mengayomi dan melindungi orang yang membutuhkan pertolongan, serta harus peka terhadap lingkungan sekitar, dan lebih dari itu harus dapat menjadi panutan keluarga, masyarakat sekitar, bangsa dan negara tercinta. luar biasa kan ...???
banyak lagi hal lain yang tidak dapat aku sebutkan secara detail, yang terpenting dari semua itu adalah; disana di ajarkan bahwa sebagai hamba/abdi kita harus mengabdi kepada sang Pencipta dengan mengerahkan segala daya, dan harus full berbakti kepadaNya, harus mampu menebarkan kebaikan disegala penjuru, harus secara totalitas berjuang untuk meninggikan kalimat yang Kuasa, karena pada hakikatnya manusia diciptakan ke dunia ini hanyalah untuk mengabdi secara penuh kepadaNya. manusia adalah perpanjangan tangan Tuhan di muka bumi ini, oleh karenanya manusia harus mampu menebar kebaikan sebanyak-banyaknya di muka bumi ini sebagai bekal untuk kehidupan yang abadi, jika ini mampu dan dapat sepenuhnya dilakukan maka tidak akan ada penyesalan ketika sudah saatnya nanti bertemu dengan sang Pencipta. ada kalanya kita menang dalam sebuah perjuangan/pertempuran dan tidak sedikit yang menyerah di tengah jalan, pupuslah harapan untuk mendapatkan kesuksesan dan kebahagian yang telah dijanjikan Allah (Sang Penguasa alam semesta). tanggung jawab yang telah diserahkan kepada manusia bukan main beratnya, karena setiap kita (manusia) adalah pemimpin, sebagai pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya, kalau tanggung jawab yang telah diamanahkan oleh Allah dapat dilaksanakan, maka kita termasuk orang yang beruntung, kalau sebaliknya maka rugilah manusia tersebut. penyesalan tidak akan datang di depan pasti akan datang di belakang.
emmm mari kita kembali kepada permasalahan atau topik pembicaraan, setelah aku lulus SMA (sekolah menengah atas) atau sederajat dengan SLTA aku mengabdi dan mendedikasikan ilmu yang aku dapat sebagai timbal balik dan terima kasihku kepada sekolah dan guru-guru yang telah sudi dan rela mendidik aku, di sekolah tersebut aku di perintahkan untuk mengajar di kelas satu dan dua dengan materi dan pak yang telah ditentukan, tapi tidak berlangsung lamabelumm sempat satu semester aku ngajar di sekolah tersebut, aku mendapat tawaran dari orang untuk mengajar di samarinda kalimantan timur, setelah aku pikir panjang tawaran itupun aku terima dan pada hari yang telah ditentukan aku pun berangkat bersama temanku dan satu orang lagi sebagai penunjuk jalan, sesampainya di samarinda aku dan temanku serta pendampingku/penunjuk jalan beristirahat di tempat orang yang telah mengundang kami, oh iya sedikit lupa kami berangkat ke samarinda menggunakan pesawat Batavia, ini adalah momen pertama aku menumpang pesawat, rasanya dulu aku tidak membayangkan dapat menaiki pesawat, sama sekali tidak pernah terbayang. wajar saja sebagai orang desa mana mungkin dapat menumpang pesawat untuk bepergian jauh karena di tempat kami tidak ada landasan pacu dan bandara, itulah yang membuatku mengatakan tidak pernah terbayang dan tidak membayangkan apalagi menghayalkan dapat menaiki pesawat.
setelah berkenalan dengan tuan atau orang yang telah mengundang kami ke samarinda kami pun di tunjukkan tempat atau sekolahan dimana kami nanti akan mengajar, sebelum itu setelah sampai di Bandara balikpapan kami ke samarinda dengan menumpang sebuah mobil, setelah sampai kami di sambut di sebuah rumah makan padang, setelah itu kamipun disuruh untuk beristirahat.
hari pertama di kampung orang terasa gimana gitu maklum aja selama sekolah aku tidak pernah jalan-jalan ke kampung orang, hampir delapan tahun aku sekolah, tidak pernah kemana-mana, kalau sudah tiba waktu liburan ya aku pulang kampung, kalau tidak aku tinggal di sekolahku bersama teman lain, karena sekolah tersebut mewajibkan para muridnya untuk tinggal di asrama yang telah disediakan oleh yang punya sekolah tersebut, kami biasa memanggil beliau dengan sebutan mudir.
emmmm setelah hampir seminggu tinggal di samarinda tanda-tanda untuk mengajar belum juga ada, yang ada hanya sebuah areal yang telah disediakan untuk membangun sebuah sekolah, hanya ada dua bangunan pertama untuk tempat tinggal kami dan satu lagi adalah tempat shalat yang sangat sederhana, keseharian kami di rumah tersebut hanya berdiam tanpa ada aktivitas, keseharian kami hanya shalat berjamah dan kalau tiba waktu makan kamipun makan, dengan lauk yang ala kadarnya bikinan sendiri, kami tinggal di tempat yang telah disediakan, sebelum kami datang ke tempat tersebut ada dua orang yang lebih duluan tinggal di tempat tersebut inilah teman baruku, selah melewati hari demi hari aku merasa bosan, dan aku bergumam dalam hati kalau hanya ini yang aku lakukan hanya menunggu tanpa ada realisasi aku rugi, aku pun berinisiatif untuk kembali ke sekolahku, dan hal ini aku utarakan kepada yang punya lahan atau kepada orang yang telah menjanjikan kami untuk mengajar di tempat atau sekolah yang akan didirikannya, emmm diapun mengatakan nanti saja kalau sudah ikut MTQ, kebetulan waktu itu di kecamatan tersebut akan mengadakan MTQ tingkat kecamatan, aku pun mengiyakan karena aku diberi kesempatan untuk mewaliki sebuah desa tersebut sebagai peserta bidang tahfidzul qur'an karena waktu di sekolah tersebut aku pernah menghafal Alquran walaupun tidak banyak, tidak sampai habis, setelah tiba waktunya akupun ikut meramaikan kegiatan tersebut dengan menjadi peserta MTQ, alhamdulillah aku keluar sebagai juara II hehehehehehe maklum saja peserta yang mengikuti bidang tahfidz tersebut hanya dua orang, ya alhamdulillahlah kan tidak jelek-jelek amat,.
setelah itu dihari berikutnya setelah acara syukuran rumah baru bapa yang mengundangku, akupun mengutarakan niatku untuk kembali ke Banjarmasin, diapun mengijinkan. pada sore hari di saat hujan rintik-rintik aku meluncur menuju terminal bus di antar temanmu, pada pukul 16.30 bus pun meluncur menuju banjarmasin kalimantan selatan. pagi hari kira-kira pukul 11 waktu banjarmasin akupun tiba di rumah orang tua angkatku di landasan ulin barat yang sangat dekat sekali dengan sekolahku dulu, aku pun beristirahat beberapa hari, setelah itu aku berkeinginan kembali ke sekolah dulu, dan niatku pun aku utarakan ada salah seorang guruku, dan beliaupun menerima keinginanku tersebut, hampir 6 bulan berjalan, aku ditawari untuk melanjutkan studi di sebuah perguruan tinggi islam di kota banjarmasin melalui jalur atau program khusus yang telah diadakan oleh pemerintah pusat, awalnya aku hanya coba-coba saja tapi setelah menjalani tes tertulis dan lisan alhamdulillah aku lulus, dan jadilah aku seorang mahasiswa pada perguruan tinggi tersebut. singkat cerita ditahun ini aku akan menyelesaikan perkuliahanku, semoga saja aku lulus dengan lancar walaupun sedikit tertunda tapi tidak mengapa, asal lulus juga alhamdulillah.
sekarang aku tinggal dirumah bapa walikota banjarmasin, ceritanya panjang sekali kenapa aku bisa tinggal di rumah salah seorang pejabat daerah kota banjarmasin, mungkin sudah takdirku ya begitu dapat bergaul dengan orang nomor satu di kota banjarmasin, dan pergaulanku semakin luas karena, disekeliling beliau banyak orang pintar dan para pejabat instansi pemerintahan pula.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar